TINJAUAN TARIF INA-CBGS PADA PASIEN KASUS INFARK MIOKARD AKUT DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG BULAN JANUARI–JUNI TAHUN 2018

  • FAIK AGIWAHYUANTO UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
Keywords: Tingkat INA-CBGs, Serangan Jantung, Deskriptif

Abstract

Dari hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, penyakit jantung adalah penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia. Jumlah pasien BPJS Kesehatan dengan kasus serangan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, pada Januari-Juni 2018 adalah 53 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam tingkat INA-CBGs pada pasien dengan kasus Acute Myocard Infarct (AMI) di K.R.M.T. Rumah Sakit Umum Daerah Wongsonegoro Semarang pada semester 1 tahun 2018 (Januari-Juni). Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan metode observasi. Objek penelitian adalah laporan indeks penyakit infark miokard akut dan hasil pengelompokan INA-CBGs. Analisis data menggunakan teknik univariat atau persentase. Hasilnya adalah jenis kelas perawatan tertinggi adalah kelas 3 (58,49), kelas 1 tingkat INA-CBGs antara 5.495.300 hingga 14.138.500, kelas 2 antara 4.710.300 hingga 8.410.800, kelas 3 antara 3.925.200 hingga 10.099.000. Saran, rumah sakit harus membuat jalur klinis untuk penyakit infark miokard akut sehingga dokter memiliki pedoman untuk memberikan pengobatan yang tepat, sehingga kualitas dan biaya dapat dikendalikan. Memberikan informasi kepada dokter untuk menulis diagnosa sesuai dengan aturan ICD 10 dan ICD 9 CM.

Kata kunci: Tingkat INA-CBGs, Serangan Jantung, Deskriptif

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-10
How to Cite
AGIWAHYUANTO, F. (2019) “TINJAUAN TARIF INA-CBGS PADA PASIEN KASUS INFARK MIOKARD AKUT DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG BULAN JANUARI–JUNI TAHUN 2018”, Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(3), pp. 76-82. doi: 10.31943/afiasi.v4i3.65.
Section
Articles