Hubungan Fasilitas dan Personal Hygiene Menstruasi dengan Pruritus Vulva pada Siswi SDN 222 Gresik

Authors

  • aliefia Universitas Negeri Malang
  • Rany Ekawati
  • Supriyadi
  • Nurnaningsih Herya Ulfah

DOI:

https://doi.org/10.31943/afiasi.v11i2.507

Keywords:

Fasilitas, Kesadaran Diri, Personal Hygiene, Pruritus Vulva

Abstract

Salah satu hal yang perlu ditekankan selama masa menstruasi adalah menjaga kebersihan diri. Pada tahun 2015, WHO menyebutkan ada sekitar 100 juta perempuan di dunia yang mengalami infeksi genitalia. Pruritus vulva merupakan salah satu infeksi genitalia yang timbul karena kurangnya menjaga menstrual hygiene. Rendahnya kesadaran diri menerapkan personal hygiene serta kondisi keadaan lingkungan berpengaruh dalam kenyamanan menjaga kebersihan diri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan fasilitas kebersihan dan tingkat kesadaran personal hygiene menstruasi terhadap kejadian pruritus vulva pada siswi SDN 222 Gresik.  Studi ini menggunakan desain kuantitatif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari siswi SDN 222 Gresik yang telah mengalami menarche yakni sebanyak 46 siswi dengan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data analisis bivariat melalui uji rank spearman dengan hasil terdapat hubungan antara fasilitas kebersihan dan pruritus vulva (p=0,026) serta terdapat hubungan antara kesadaran personal hygiene dengan pruritus vulva (p=0,026). Analisis multivariat melalui uji regresi logistik ordinal menyimpulkan variabel ketersediaan fasilitas kebersihan dan tingkat kesadaran personal hygiene menstruasi berpengaruh sebesar 25% dan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak menjadi fokus penelitian.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

aliefia (2026) “Hubungan Fasilitas dan Personal Hygiene Menstruasi dengan Pruritus Vulva pada Siswi SDN 222 Gresik”, Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), pp. 148–159. doi: 10.31943/afiasi.v11i2.507.

Issue

Section

Artikel