Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi <p style="text-align: justify;">Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.</p> Universitas Wiralodra en-US Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat 2442-5885 Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/308 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dengan membandingkan apa yang diharapkan sesuai dengan pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Berdasarkan data jumlah kunjungan pasien di Puskesmas se-Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2020 dan 2021 memperoleh peringkat ke tiga dari sepuluh Puskesmas dan tahun 2022 memperoleh peringkat ke 4 dari sepuluh Puskesmas untuk jumlah kunjungan pasien terendah. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. <strong>Metode:</strong> Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em> melalui metode <em>survey analitik</em>, sampel sebanyak 150 responden. <strong>Hasil: </strong>Analisis univariat pada dimensi <em>Tangible</em> 52% menyatakan kurang baik, dimensi <em>Reliability</em> 54% menyatakan baik, dimensi <em>Responsiveness</em> 52,7% menyatakan kurang baik, dimensi <em>Assurance</em> 58% menyatakan baik, dimensi <em>Empathy</em> 56,7% menyatakan baik, dan Kepuasan Pasien 51,3% menyatakan kurang puas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Rias. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara dimensi <em>Tangible</em> dengan kepuasan pasien dan nilai <em>p</em> = 0,000 &lt; 0,05,&nbsp; nilai OR = 1,901.&nbsp; Terdapat hubungan antara dimensi <em>Reliability</em> dengan kepuasan pasien dan nilai <em>p</em> = 0,000 &lt; 0,05,&nbsp; nilai OR = 1,185. Terdapat hubungan antara dimensi <em>Responsiveness</em> dengan kepuasan pasien dan nilai <em>p</em> = 0,000 &lt; 0,05,&nbsp; nilai OR = 1,448. Terdapat hubungan antara dimensi <em>Assurance</em> dengan kepuasan pasien dan nilai <em>p</em> = 0,000 &lt; 0,05,&nbsp; nilai OR = 4,297 dan terdapat. Terdapat hubungan antara dimensi <em>Assurance</em> dengan kepuasan pasien dan nilai <em>p</em> = 0,000 &lt; 0,05,&nbsp; nilai OR = 8,266.&nbsp; <strong>Kesimpulan: </strong>Pada Dimensi <em>Tangible </em>sebesar 52% dan <em>Responsiveness</em> sebesar 52,7 menyatakn kurang puas sedangkan pada dimensi <em>Reliability</em> sebesar 54%, <em>Assurance</em> sebesar 58% dan&nbsp; <em>Empathy</em> 56,7% pasien menyatakan puas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. Serta terdapat hubungan antara aspek <em>Tangible</em>, <em>Reliability</em>, <em>Responsiveness</em>, <em>Assurance</em>, dan <em>Empathy</em> dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan dengan nilai <em>p = </em>0,000 &lt; 0,05.</p> Velanda Velanda Dedek Sutinbuk Sabda Wahab Copyright (c) 2024 Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat 2024-01-04 2024-01-04 8 3 493 499 10.31943/afiasi.v8i3.308 Analisis Analisis Penerapan Lockout/Tagout (LOTO) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/303 <p>Penggunaan peralatan atau mesin memerlukan pemanfaatan sumber energi, seperti energi panas, kinetik/mekanis, kimia,<br>potensial, listrik, dan sumber energi lain. Mesin atau peralatan yang digunakan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Penggunaan energi yang dimanfaatkan harus benar-benar dikontrol dan dikendalikan. Upaya pengendalian energi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, setiap industri perlu menetapkan program pengendalian energi berupa prosedur Lockout/Tagout (LOTO) dalam pekerjaan perbaikan dan perawatan mesin atau peralatan untuk dapat melindungi pekerja dari energi berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lockout/Tagout (LOTO) sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. Desain penelitian kualitatif. Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek penelitian berjumlah 4 informan yaitu, 2 supervisor RSD, 1 senior supervisor MPS, dan 1 supervisor HSSE. Instrumen penelitian menggunakan diagram alir penyusunan LOTO Risk Card. Metode pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Alur pelaksanaan penerapan LOTO di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek sudah diterapkan dengan baik tetapi pada point 8 terkait pemasangan LOTO yang tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur penerapan LOTO. Pemasangan LOTO selanjutnya diharapkan dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam penerapan LOTO, sesuai dengan prosedur penerapan LOTO yang telah ditetapkan.</p> Nurul Hidayah Ade Rahmawati Roifatun Nisa Copyright (c) 2023 Afiasi 2024-01-04 2024-01-04 8 3 500 511 10.31943/afiasi.v8i3.303 Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Model Delone dan Mclean https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/302 <p>Memasuki era modern, kemajuan teknologi semakin meningkat dan mendorong setiap organisasi untuk mengolah data secara tepat waktu, tepat, dan terkini. Sistem informasi kesehatan adalah alat yang dapat membantu semua jenis kegiatan dan tujuan organisasi. Model yang dibuat oleh DeLone dan McLean merupakan model yang banyak peneliti fokuskan untuk keberhasilan implementasi penggunaan sistem informasi. Pencarian sumber literatur dari database jurnal online yakni Google Scholar dan Science Direct. Pencarian literatur merupakan artikel terbitan tahun 2015-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi dan pelayanan yang terdapat dalam sistem informasi kesehatan sudah bisa dikatakan efektif baik dari aspek keandalan, kemudahan, fleksibilitas, fungsionalitas, portabilitas, integrasi, kualitas data&nbsp; dan kepentingan. Petugas yang menjalankan sistem informasi kesehatan merasa puas melalui sistem ini, baik dari segi konten (isi), format aplikasi,&nbsp; akurasi data, aktual dan kemudahan penggunaan. Penerapan sistem informasi kesehatan sangat memberikan manfaat karena dengan adanya sistem informasi kesehatan&nbsp; dapat memangkas biaya pengeluaran pada fasilitas kesehatan. Perlu dilakukannya perbaikan terhadap kualitas pelayanan dalam mendukung penerapan sistem informasi kesehatan yang lebih efektif.</p> Mohamad Fadly Umar Sarinah Basri K Tri Septian Maksum Copyright (c) 2024 Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat 2024-01-04 2024-01-04 8 3 512 519. 10.31943/afiasi.v8i3.302 Faktor yang Berhubungan dengan Safety Driving pada Operator Forklift di PT X Indramayu Tahun 2022 https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/330 <p><em>Safety driving</em> adalah suatu usaha yang dilakukan untuk meminimalisisr tingkat bahaya dan memaksimalkan keadaan aman dalam berkendara demi menciptakan suatu kondisi yang mana berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita. <em>Forklift </em>adalah salah satu alat berat yang digunakan seseorang untuk mengangkat dan menempatkan barang dengan beban yang berat dan besar. Namun, ada resiko cidera atau bahkan kematian apabila operator <em>forklift </em>belum terlatih mengenndarai<em> forklift. </em>Penelitian ini bertujuan mengetahui&nbsp; faktor yang berhubungan dengan safety driving pada operator forklift di PT X Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini sebanyak 30 orang dengan menggunakan Teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan masa kerja, pengetahuan dengan Safety Driving pada Operator Forklift (p-value 0,000). Tidak ada hubungan umur, Pendidikan dengan Safety Driving pada Operator Forklift (p-value 0,919, p-value 0,654).</p> Epriati Lestari Tayong Siti Nurbaeti Roifatun Nisa Copyright (c) 2024 Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat 2024-01-04 2024-01-04 8 3 520 526 10.31943/afiasi.v8i3.330 Penerapan Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit, Implementation of Patient Safety Culture in Hospitals https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/316 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Budaya keselamatan pasien merupakan sebuah produk dari nilai, sikap, kompetensi dan pola perilaku individu atau kelompok yang menentukan komitmen, style dan kemampuan suatu organisasi pelayanan kesehatan terhadap program keselamatan pasien (3). Rumah sakit perlu menerapkan budaya keselamatan pasien, dikarenakan budaya keselamatan pasien merupakan hal pokok dan mendasar dalam melaksanakan program keselamatan pasien di rumah sakit dan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keselamatan pasien (7). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit pada database Sinta yang dilakukan dengan menganalisis pada tema/topik penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian yang digunakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui <em>narrative literature review </em>pada sepuluh rujukan yang terindeks database Sinta dengan rentang terbit dari 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien sudah diterapkan oleh setiap rumah sakit meskipun belum sepenuhnya optimal. Meskipun begitu, ada juga rumah sakit yang penerapan budaya keselamatan pasiennya sudah baik. Penelitian penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit merupakan penelitian yang banyak diteliti di beragam jurnal. Adapun analisis metode penelitiannya, budaya keselamatan pasien banyak diteliti menggunakan metode kuantitatif, kualitatif dan <em>mix method</em>.</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Culture safety patient is a product from values, attitudes, competencies and pattern behavior individual or decisive group commitment, style and ability something organization service health to the safety program patient. Home sick need apply culture safety patients</em> <em>(3)</em><em>, due to patient safety culture is Thing tree and deep fundamental implement a safety program _ patient at home sick and is wrong one factor important influences _ safety patient</em> <em>(7)</em><em>. This study aims to determine the application of patient safety culture in hospitals to the Sinta database by analyzing the research themes/topics, research methods, and research results used. The research method uses a qualitative approach through a narrative literature review on ten references indexed by the Sinta database with a range of publications from 2018 to 2023. The results show</em><em>ed</em><em> that a patient safety culture has been implemented by every hospital even though it is not fully optimal. Even so, there are also hospitals that have a good patient safety culture. Study application patient safety culture in the hospital lots of research researched in various ways journal. As for analysis method his research, patient safety culture a lot researched use method quantitative, qualitative and mix method.</em></p> Desi Wulan Sari Rosyidah Rosyidah Rochana Rulyandari Copyright (c) 2023 Afiasi 2024-01-04 2024-01-04 8 3 527 539 10.31943/afiasi.v8i3.316 Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Haji Tengah https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/298 <p>Penyakit TB paru merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh <em>Mycobacterium tuberculosis,</em> banyak ditemukan terutama di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua penderita TB Paru dengan jumlah kasus yang terus meningkat. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) di wilayah kerja puskesmas Labuhan Haji Tengah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan studi <em>case control </em>(kasus kontrol) yang digunakan untuk melihat hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) dengan cara membandingkan 1:2. Dengan total jumlah responden 36 yang terdiri dari 12 kasus dan 24 kontrol. Penelitian ini menggunakan kuesioner hasil yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 variabel independen dan 1 variabel dependen yang diteliti terdapat 3 variabel independen yang tidak memenuhi syarat yaitu jenis lantai (Tanah), suhu ruangan (&lt;18<sup>o</sup>Catau&gt;30<sup>o</sup>C) dan kelembaban ruangan (&lt;40%atau&gt;70%) dan 4 variabel yang terdapat berhubungan dengan kejadian TB Paru BTA (+) yaitu kepadatan hunian (<em>p-value</em> = 0,014 dan OR=11,0), luas ventilasi (<em>p value</em> = 0,024 dan OR=5,3), pencahayaan (<em>p-value</em> = 0,031 dan OR=4,8), dan pendapatan kepala keluarga (<em>p-value</em> = 0,031 dan OR=0,2) dengan penderita TB Paru BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Tengah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023. Diharapkan kepada petugas puskesmas bagian kesehatan lingkungan untuk dapat memberikan penyuluhan lingkungan tentang rumah sehat, serta melakukan penyuluhan tentang pentingnya lingkungan fisik rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Tengah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023.</p> Riska Riska Radhiah Zakaria Farrah Fahdhienie Copyright (c) 2023 Afiasi 2024-01-04 2024-01-04 8 3 540 549 10.31943/afiasi.v8i3.298 Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Wilayah Kerja Puskesmas Rias 2022 https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/306 <p><em>Stunting</em> dapat mengancam bagi masa depan anak-anak di Indonesia karena menyebabkan terjadinya penurunan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Kejadian <em>Stunting</em> pada balita berhubungan dengan peran orang tua terutama ibu dalam keluarga seperti praktik pemberian makan, rangsangan psikososial, praktik kebersihan diri, sanitasi lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitan ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan kejadian <em>Stunting</em> pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Rias kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi <em>Case Control</em> yang memiliki populasi kasus 137 balita <em>Stunting</em> dan populasi kontrol 998 balita tidak <em>Stunting</em> dengan sampel kasus 60 balita <em>Stunting</em> dan sampel kontrol 60 balita tidak <em>Stunting</em>. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik <em>Simple Random Sampling</em>. Penelitian menunjukan hubungan pola asuh ibu dengan kejadian <em>Stunting</em> pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Rias adalah praktik pemberian makan <em>p</em>(0,000), rangsangan psikososial <em>p</em>(0,000), praktik kebersihan diri <em>p</em>(0,000), sanitasi lingkungan <em>p</em>(0,000), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan <em>p</em>(0,006). Ada hubungan yang bermakna antara pola asuh ibu berdasarkan praktik pemberian makan, rangsangan psikososial, praktik kebersihan diri, sanitasi lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.</p> <p><strong> </strong></p> Ewi Lestari Deri Kusmadeni Dedek Sutinbuk Copyright (c) 2023 Afiasi 2024-01-04 2024-01-04 8 3 550 558 10.31943/afiasi.v8i3.306