Perasan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) dan Daun Kersen (Muntingia calabura) pada Berbagai Konsentrasi terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti
DOI:
https://doi.org/10.31943/afiasi.v10i3.551Keywords:
Aedes aegypti, daun kemangi, daun kersen, larvasida alami, mortalitas larvaAbstract
Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, dengan Aedes aegypti sebagai vektor utamanya. Penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian vektor yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perasan daun kemangi (Ocimum sanctum) dan daun kersen (Muntingia calabura) pada berbagai konsentrasi terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental laboratorik dengan empat perlakuan (25%, 50%, 75%, dan kontrol negatif) yang diulang tiga kali, masing-masing terdiri atas 20 larva instar III. Pengamatan dilakukan pada jam ke-6, 12, 18, dan 24, kemudian data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun kemangi lebih efektif dibandingkan daun kersen dalam menyebabkan kematian larva Aedes aegypti. Pada konsentrasi 75%, kemangi mencapai tingkat mortalitas sebesar 85% (kategori efektif), sedangkan kersen hanya mencapai 73% (kategori cukup efektif). Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi perasan daun kemangi tidak berpengaruh signifikan terhadap mortalitas larva (ρ=0,350; p>0,05), sementara pada daun kersen terdapat pengaruh yang signifikan (ρ=0,046; p<0,05), terutama antara konsentrasi 25% dan 75%. Disimpulkan bahwa perasan daun kemangi memiliki efektivitas larvasida yang lebih tinggi, namun pengaruh konsentrasi lebih nyata pada daun kersen. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode ekstraksi yang lebih optimal, menambah variasi waktu paparan, serta menguji dampak terhadap organisme non-target sebelum diterapkan di lapangan.








